Kedekatan yang harmonis antara orang tua dan anak tidak datang begitu saja, harus diciptakan. Soal waktu kerap dijadikan alasan.
Menjalin hubungan yang harmonis dengan anak memang tidak selalu mudah, baik bagi orang tua maupun anak. Perlu perhatian dan pengerbonan khusus, terutama dari orang tua. Untuk itu, Dr Matti Gershenfeld, psikolog dari Philadelphia Temple University memberikan beberapa resep yang bisa dicoba.
Yang perlu diingat, orangtua harus melakukan kontak fisik dengan anaknya, seperti kontak mata, belaian, dan komunikasi lisan. Jika hal itu sering dilakukan, maka anak akan lebih mudah menangkap dan merasakan kasih sayang orantuanya. Di sini, kasih sayang jangan dipendam, karena itu tidak ada gunanya. Kasih sayang harus ditunjukkan secara sengaja, barulah anak merasa disayangi dan dikasihi. Kalau hal ini dicapai, maka kontak batin orangtua dan anak mudah dijalin.
Selain itu, masalah keterbatasan waktu yang kerap dijadikan alasan dalam menciptakan hubungan yang harmonis orangtua-anak juga harus disiasati. Orangtua harus membuat komitmen dan perhatian khusus guna meluangkan waktunya untuk bisa selalu bisa berhubungan dan bertemu dengan anak-anaknya. Berikut tip-tips lain dalam menciptakan hubungan harmonis orangtua-anak:
Pertama, ciptakanlah kebiasaan atau tradisi dalam membangun kebersamaan. Bisa diterapkan dengan cara mendongeng sebelum tidur, pergi bersama di akhir pekan, atau pesta perayaan ulang tahun anggota keluarga. Kalau belum, mualailah dari sekarang. Kebiasaan akan selalu membuat anak menunggu saat-saat tersebut.
Kedua, untuk kedua orangtua yang sama-sama bekerja, carilah waktu luang, dan ajak anak-anak liburan kesuatu tempat. Bisa juga hanya dirumah kemudian melakukan kegiatan bersama seperti main atau masak. Meluangkan waktu untuk anak sama pentingnya dengan memberikan perhatian setiap saat.
Ketiga, jadikan makan malam sebagai kegiatan wajib bagi anggota keluarga. Duduk bersama di meja makan bisa lebih bermakna ketimbang hal-hal lain dan makin mendekatkan semua anggota keluarga. Kalau makan malam tak memunkinkan, bisa juga diganti dengan sarapan bersama. Di meja makan kita bisa salin ngobrol, menceritakan pengalaman hari itu, dan sebagainya.
Keempat, sesekali, ajak anak membicarakan hal-hal yang memang penting bagi mereka. Tapi jangan hanya bertanya dengan pertanyaan "benar" atau "salah". Tanyakan, misalnya, apa yang mereka inginkan untuk mengisi akhir minggu. Anak pasti akan merasa dilibatkan dalam pembicaraan.
Kelima, sebaiknya orang tua tidak menganggap remeh pelukan atau sentuhan. Sebuah pelukan bisa memberi hiburan, memberi anak perasaan berani, sekaligus menghilangkan kekhawatiran. Terkadang, tepukan atau pelukan di bahu anak lebih berarti ketimbang seribu kata.
keenam, jangan pernah membiarkan satu hari berlalu tanpa mengatakan betapa Anda sangat menyayangi anak-anak Anda. Katakan betapa mereka sangat berarti bagi Anda, dan betapa hidup Anda menjadi lebih kaya dengan kehadiran mereka.
20.21
blogaguspalguna

0 komentar:
Posting Komentar