Selasa, 06 Maret 2012

HIV DAN AIDS ( tidak sama )


HIV DAN AIDS ( tidak sama )
HIV (Human Immunodeficiency Virus) yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.HIV terdapat dalam cairan tubuh orang yang tertular HIV,Yaitu:
    Darah    Cairan Sperma        Cairan Vegina Perempuan    ASI (Air Susu Ibu) dari ibu yang tertular HIVAIDS (acquired Immune Deficiency Sydrome) yaitu kumpulan gejala akibat menurun nya     sistem kekebalan tubuh karena diserang oleh HIV, ssehingga mudah terserang penyakit dan lebih parah dari biasanya. AIDS disebabkan oleh HIV, bukan penyakit keturunan atau kutukan tuhan.HIV menular melalui :
Hubungan seksual berganti-ganti pasangan tanpa kondom.Pemakaian jarum suntik tidak steril, bekas dipakai orang lain.Transfusi darah yang tidak melalui proses pemerikasaan terhadap HIV.Dari ibu HIV + kepada bayinya saat hamil, proses melahirkan vaginal dan menyusui.
HIV tidak menular melalui :
    Bersentuhan, bersalaman, berpelukan.    Berciuman (melalui air liur).    Keringat.    Batuk, Bersin.    Berbagi makanan atau menggunakan peralatan makan bersama.    Gigitan nyamuk atau serangga lain.    Berenang bersama.    Memakai toilet Bersama.
Bagaimana tanda-tanda orang yang tertular HIV?
Tidak ada tanda-tanda  khusus pada orang yang tertular HIV.Penampilam fisik seseorang bukan jaminan bebas dari HIV, jika prilakunya berisiko.Semua orang bisa kena HIV dan AIDS tampa membeda-bedakan jenis kelamin, suku, usia, agama, ras, pendidikan dll’Sebelum HIV berubah menjadi AIDS (umumnya dalam waktu 5-10 tahun), orang yang tertular HIV tanpak sehat dan merasa sehat seperti orang lain yang tidak tertular HIV.Meskipun tampak sehat dan merasa sehat, orang yang tertular HIV dapat menularkan HIV kepada orang lain.
Bagaimana seseorang tahu dirinya terinfeksi HIV?
Status HIV seseorang hanya bisa diketahui melalui proses  konseling  dan testing HIV secara sukarela (KTS)/ Voluntary Counselling and Testing (VCT), meliputi:
Konseling Pre Tes untuk memahami makna dan tujuan tes, menyiapkan mental untuk melakukan tes.Tes darah untuk mengetahui status HIV.Konseling Pasca Tes untuk memahami hasil tes, menerima apapu hasilnya dan membuat rencana tindak lanjut terlepas hasil tesnya positif atau negatif.
Prinsip Konseling & Tes HIV Secara Sukarela
    Sukarela, tanpa paksaan atau tekanan dari siapapun.    Rahasia terjamin.    Bersifat pribadi.    Pelayanan bersahabat, tidak diskriminasi.    Mutu terjamin. APA YANG HARUS dilakukan dengan hasil tes?
Rekatif (terdeksi adanya HIV dalam tubuh)Mengubah prilaku menjadi lebih sehat dan bertanggung jawab.
Mengases perawatan, pengobatan dan dukungan mengikuti program manajemen kasus.Merencanakan masa depan yang lebih baik.         2. Non Reaktif(belum terdeksi virus HIV dalam tubuh)
Melakukan tes HIV kembali setelah 6 bulan  untuk menghindari status semu akibat periode jendela.Merubah prilaku menjadi lebih aman dari penularan HIV.
HIV sudah ada obatnya, tapi tidak bisa disembuhkan
Terapi Anti Retro Viral (ART) ialah obat untuk menekan pertumbuhan HIV dalam tubuh, meningkatkan stamina dan usia harapan hidup orang dengan HIV dan AIDS (ODHA).ART tidak dapat menyembuhkan atau menghilangkan HIV dari tubuh.HIV dapat menular kepada siapapun jika perilakunya beresiko. Namun HIV dapat dicegah. Kenali cara penularannya dan pencegahannya.Ketersediaan dan suasana pelayanan bagi ODHA (KTS/VCT, pengobatan ARV, perawatan dan dukungan) yang ramah dan mudah diakses sangat diperlukan.Pencegahan, pengobatan, perawatan dan dukungan terkait dengan penanggulangan HIV dan AIDS harus ditingkankan secara bersama untuk mencegah infeksi HIV baru Dan Secara bersama mencegah infeksi HIV baru dan pengurangan resiko kematian akibat HIV dan AIDS.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes