Selasa, 06 Maret 2012

Mendobrak Diri Sendiri


Batasan, kadang hanya kita sendiri yang menciptakan. Karena  itu, butuh keberanian, tekad, dan kematangan diri untuk mendobrak dan  menciptakan kesuksesan demi kesuksesan sejati! 
Setiap kali menghadapi tantangan dan cobaan, sebenarnya kita sedang  dipersiapkan untuk menjadi insan luar biasa yang mampu menjadi  pemenang-pemenang sejati kehidupan.  
Pepatah Tiongkok kuno mengatakan: zi wo tu po (mendobrak diri sendiri)!  Maka sebenarnya setiap insan tercipta dengan segala macam potensi untuk  mengatasi berbagai halangan & rintangan. Hanya saja, adalah pilihan  bagi kita, untuk mau selalu "mendobrak", atau sekadar menerima kondisi  kenyamanan yang telah diterima. 
Manusia pada dasarnya punya hawa nafsu yang membuatnya tak pernah puas.  Jika dilihat dari sisi positif, sebenarnya sifat tak pernah puas ini  justru akan mendorong orang menuju pada target yang selalu diperbarui.  Sehingga, selalu ada kekuatan dan "daya dobrak" yang akan mengangkat  derajat seseorang menuju pada level lebih tinggi yang terus diperbaiki.  Namun sebaliknya, jika ia langsung berpuas diri saat menerima hasil yang  telah diraih-kemudian bertahan di zona nyaman tersebut-bisa jadi ia  hanya akan jadi "katak dalam tempurung" yang tak tahu dunianya sendiri.        
Takut gagal sebelum memulai, takut ditolak sebelum presentasi, takut  jatuh sebelum berusaha. Semua itu memang mungkin terjadi. Ketakutan itu  memang bisa saja nyata. Tapi, tanpa mencoba, kita tak pernah tahu, ada  hal apa di balik ketakutan itu jika berhasil kita terobos. 
Karena itu, sebenarnya, keberanian untuk mendobrak diri sendiri harus kita miliki.  Sebab, sebagai manusia, kita diberikan berjuta potensi oleh Yang Maha  Kuasa. Adalah tanggung jawab kita untuk memilih, potensi apa yang patut  kita kedepankan agar mampu meraih prestasi demi prestasi. Atau, kita  hanya berhenti pada satu titik dan kemudian menunggu mati. 
Mari, dengan sikap & semangat mendobrak diri, kita maksimalkan segala potensi untuk mencapai prestasi!  Untuk itu, kita harus mau membayar lebih. Dengan berjuang lebih keras,  bekerja lebih giat, berkarya lebih rajin pada titik di mana kita  memiliki kemampuan. Berbekal kemauan kuat dan kekayaan mental, kita  wujudkan rasa syukur atas karunia Tuhan, dengan memaksimalkan segala  potensi yang telah diberikan-Nya. Sehingga, dengan semangat tersebut,  saat sukses diraih, akan segera disusul sukses lain yang lebih tinggi.  Begitu seterusnya hingga batasan itu berhenti pada titik ajal, sehingga  kita bisa meninggalkan dunia ini dengan penuh arti.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes